Dari Dahulu Hingga Kini Masih Belajar Sabar, Ikhlas, dan Khusyu….
Posted by rickynugrahasetiawan on July 18, 2009
Memancing merupakan kegiatan yang mengasyikan….
tetapi bagaimana jika kita memancing bukan ikan yang kita dapat melainkan panas matahari yang membuat kita terbakar….
Itulah yang biasa terjadi ketika aku kecil….
Mungkin dari kegiatan ini jika kita ambil hikmahnya bahwa aku harus sabar, ikhlas, dan khusyu….
tapi kuliah sabar, ikhlas, dan khusyu ini selalu diberikan secara berulang-ulang kepadaku dari dahulu sampai saat ini atau dengan kata lain saya masih belum lulus dalam kuliah ini, yang mana salah satunya ialah suatu ketika saya jatuh hingga menyebabkan perubahan struktur tulang leher saya diikuti dengan cedera seluruh tubuh kanan saya…
sehingga tubuh saya yang masih normal hanya sebelah saja…
tapi saya masih bersyukur atas apa yang terjadi dalam diri saya jika kita bayangkan orang lain yang tubuhnya lumpuh dan sebagainya….
dan juga saya harus tetap semangat karena jika kita melihat syaikh ahmad yasin yang duduk di kursi roda tetap saja berjuang melawan Zionis Israel yang kejam. Walaupun dia dibunuh oleh Zionis Israel dengan bom yang dijatuhkan dari helikopter apache setelah dia sholat shubuh……
Oleh karena itu, saya tidak punya alasan untuk tidak berjuang dalam hidup saya. Walaupun rasa sakit ini seringkali terasa di seluruh tubuh kanan saya. dan kadang-kadang saya mengeluh, tetapi orang tuaku selalu menasehatiku agar selalu bersemangat….
Entahlah apakah ini untuk penggugur dosa saya???
Jika iya berarti saya adalah orang yang lemah imannya….
karena orang yang lemah imannya apabila ditimpa suatu musibah agar menggugurkan dosa-dosanya sedangkan orang yang kuat imannya agar mereka bersabar dan bertawakal….
hingga saat ini saya masih belum bisa….
Dahulu aku sangat membenci jika ada muda mudi berjalan berdua bermesra-mesraan….
dahulu aku juga sangat membenci jika ada muda mudi bermesra-mesraan….
dahulu aku kalau mendengarkan adzan, aku segera ke masjid…
dahulu aku kalau bagian malam terakhir, aku segera beranjak dari tempat tidurku,
bila dhuha segera berwudlu
setelah sholat lima waktu segera mengaji atau menghafal ayat-ayat quran…
tapi kini aku tidak seperti dahulu yang seperti itu…
yang kurasakan hingga saat ini aku enggan untuk melakukan hal itu….
dan jika aku mengingat aku yang seperti itu aku hanya bisa meneteskan air mata…
karena aku ingin kembali ke diriku yang seperti itu…
hingga kini diriku masih belum sanggup….
karena diriku berada dalam keraguan, keraguan, dan keraguan yang selalu dibisikkan oleh Syaithonirrajim…
Aku ingin kembali ke diriku yang seperti itu…
lepas dari rasa sentimentalisme….
dan ingin lulus kuliah sabar, ikhlas, dan khusyu….
Amin…